MININGNEWS, Denpasar – Perjalanan I B Adhi Sari Putra yang akrab disapa Gus Adi dalam membangun usaha towing di Bali menjadi salah satu potret nyata transformasi pelaku usaha kecil yang mampu tumbuh melalui keberanian mengambil peluang dan pemanfaatan dukungan pembiayaan perbankan. Dari usaha sampingan berbasis hobi otomotif, kini ia berhasil mengembangkan bisnis 5.30 Towing Derek Bali hingga memiliki jaringan layanan lintas daerah bahkan lintas pulau.
Gus Adi mengawali langkahnya bukan sebagai pengusaha, melainkan karyawan dengan rutinitas kerja kantoran. Namun ketertarikannya pada dunia otomotif, khususnya jual beli mobil, menjadi pintu masuk yang kemudian mengubah arah hidupnya.
Awalnya saya hanya hobi jual beli mobil. Saya sempat pajang mobil di depan kantor dengan tulisan dijual. Ternyata banyak pembeli dari luar pulau, dan akhirnya sering pakai jasa towing untuk pengiriman kendaraan, ujarnya.
Dari pengalaman tersebut, ia mulai melihat peluang besar di sektor jasa pengangkutan kendaraan. Saat usaha jual beli mobilnya mengalami perlambatan, Gus Adi tidak berhenti, justru mulai fokus membangun layanan towing dengan satu unit armada yang ia rakit secara bertahap.
Pada fase awal, tantangan terbesar adalah keterbatasan jaringan pelanggan. Order masih terbatas dari lingkar pertemanan. Namun perlahan, permintaan mulai meningkat seiring kebutuhan pengiriman kendaraan yang semakin tinggi, baik antar kota maupun antar pulau.
Kami mulai dari relasi dulu, tapi itu tidak cukup. Akhirnya kami perkuat pemasaran lewat media sosial dan website agar jangkauan lebih luas, jelasnya.
Perkembangan usaha mulai terlihat signifikan. Dari satu armada, kini 5.30 Towing Derek Bali telah berkembang menjadi 17 unit kendaraan operasional yang melayani berbagai kebutuhan jasa derek dan pengangkutan.
Layanan yang diberikan tidak hanya terbatas di wilayah Bali, tetapi juga mencakup pengiriman kendaraan ke berbagai daerah di Indonesia seperti Jawa, Sumatera, hingga Papua. Sistem pengiriman dilakukan dengan kombinasi jalur darat dan laut, menyesuaikan kebutuhan pelanggan.
Untuk operasional harian di Bali, beberapa armada aktif melayani evakuasi kendaraan mogok, kecelakaan, hingga pengantaran ke bengkel. Sementara untuk layanan luar pulau, armada dijadwalkan melakukan perjalanan rutin setiap bulan dengan target pengiriman yang telah ditentukan.
Tidak hanya kendaraan pribadi, layanan ini juga mencakup pengangkutan motor, mobil, alat berat, hingga mesin industri seperti genset. Bahkan dalam momentum tertentu, armada juga ikut berperan dalam kegiatan budaya seperti pengangkutan ogoh ogoh menjelang Hari Raya Nyepi.
Di balik pertumbuhan usaha tersebut, dukungan sektor perbankan menjadi salah satu faktor penting. Gus Adi memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat dari BRI untuk memperkuat modal usaha, khususnya dalam pengembangan armada.
Dengan adanya KUR BRI sangat membantu kami dalam penambahan unit dan pengembangan usaha. Ini benar benar mendukung pertumbuhan bisnis, katanya.
Selain pembiayaan, ia juga aktif menggunakan layanan digital BRImo untuk mendukung operasional harian. Aplikasi tersebut digunakan untuk menerima pembayaran, melakukan transaksi, hingga memantau arus kas usaha secara cepat dan efisien.
Sekarang semua serba cepat. Banyak customer transfer langsung, jadi dengan BRImo kami bisa cek dan konfirmasi secara real time tanpa harus ke bank, ujarnya.
Saat ini, pasar yang digarap Gus Adi tidak hanya mencakup pelanggan individu, tetapi juga telah merambah kerja sama dengan dealer mobil, showroom, hingga perusahaan yang membutuhkan layanan pengiriman kendaraan untuk kebutuhan mutasi dan operasional.
Meski terus berkembang, ia menegaskan bahwa bisnis towing bukan sekadar usaha teknis, tetapi juga membutuhkan kepercayaan dan profesionalisme tinggi. Setiap pengiriman kendaraan harus dilakukan dengan prosedur yang jelas dan legal. :Kami selalu pastikan semua sesuai aturan. Ini bukan sekadar menarik kendaraan, tapi soal tanggung jawab kepada pelanggan,” tegasnya.
Dari perjalanan tersebut, Gus Adi menjadi contoh bagaimana kombinasi antara ketekunan, pemanfaatan teknologi digital, serta dukungan pembiayaan seperti KUR BRI dapat mendorong usaha kecil berkembang menjadi bisnis yang lebih besar dan berkelanjutan. ***
















