KENDARI – Aksi kekerasan kembali terjadi di area tambang Kecamatan Pomala, Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara.
Seorang pekerja PT Toshida Indonesia, La Ode Tahir (39), menjadi korban penganiayaan menggunakan senjata tajam.
Korban mengalami luka serius pada bagian tangan dan langsung dilarikan untuk mendapatkan perawatan medis.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 10.00 Wita saat korban menjalankan tugas di lokasi kerja.
Korban diketahui tengah menutup akses jalan yang diduga digunakan tanpa izin oleh pihak lain.
Kuasa hukum PT Toshida, Asdin Surya, menyebut lokasi tersebut berada dalam kawasan berizin IPPKH.
Menurutnya, situasi berubah saat sekelompok orang datang dan langsung melakukan penyerangan.
Beberapa pelaku dilaporkan membawa senjata tajam dan bertindak secara agresif di lokasi kejadian.
“Aspek yang kami lihat, ada indikasi pengerahan massa secara terorganisir,” ujar Asdin, Jumat (10/4/2026).
Ia menilai peristiwa tersebut bukan konflik biasa, melainkan dugaan tindak pidana serius.
Pihak perusahaan juga menduga adanya keterkaitan dengan aktivitas di kawasan industri IPIP.
Informasi awal menyebut kelompok terlibat diduga terkait perusahaan lain di wilayah tersebut.
PT Toshida telah melaporkan kejadian ini ke Polres Kolaka untuk proses hukum lebih lanjut.
Perusahaan meminta aparat menindak tegas seluruh pihak yang terlibat dalam penyerangan.
Kasat Reskrim Polres Kolaka, AKP Fernando, membenarkan laporan tersebut telah diterima.
“Saat ini masih dalam proses penyelidikan,” ujarnya singkat.
Polisi memastikan akan menindak pelaku sesuai hukum yang berlaku setelah bukti terkumpul.
Insiden ini kembali menyoroti gangguan kamtibmas di kawasan investasi pertambangan Sultra.*
















