Miningnews.id, Kendari — Aliansi Mahasiswa Nusantara (AMAN) Sulawesi Tenggara mengaku mengalami dugaan serangan siber setelah aktif mengkritisi berbagai persoalan publik di daerah.
Serangan digital tersebut disebut menimpa handphone salah satu pengurus organisasi, yakni Kabid Advokasi dan Pergerakan AMAN Sultra, Ikram.
Menurut Ikram, dugaan serangan itu muncul setelah AMAN Sultra intens menyuarakan sejumlah isu strategis. Mulai dari penegakan hukum, aktivitas pertambangan, hingga kebijakan publik yang menjadi perhatian masyarakat.
“Ini bukan sekadar persoalan pribadi. Kami melihat ada dugaan upaya intimidasi melalui ruang digital terhadap aktivitas kontrol sosial mahasiswa,” ujarnya, Senin (22/6).
Dia menegaskan, kritik yang disampaikan organisasi mahasiswa merupakan bagian dari kehidupan demokrasi. Karena itu, segala bentuk tekanan terhadap kebebasan berpendapat dinilai tidak dapat dibenarkan.
“Kritik dan penyampaian aspirasi adalah hak yang dijamin dalam sistem demokrasi. Tidak seharusnya dibungkam dengan cara-cara yang tidak sehat,” katanya.
Sementara itu, Ketua AMAN Sultra menegaskan organisasinya tidak akan mundur meski menghadapi berbagai tekanan.
Dia meminta aparat penegak hukum menelusuri dugaan serangan siber tersebut apabila ditemukan unsur pelanggaran hukum.
“Ruang digital harus menjadi sarana demokrasi, bukan alat untuk mengintimidasi pihak yang menyampaikan kritik,” tegasnya.
AMAN Sultra juga mengimbau seluruh kader tetap mengedepankan etika dan menempuh jalur hukum apabila menemukan tindakan yang merugikan.
Organisasi itu memastikan akan terus mengawal berbagai persoalan publik yang dinilai berdampak pada kepentingan masyarakat luas.*















