• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Mining News
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
  • News

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Tech
    TRIHITA Pecah Telur di Bali, Desa Adat Mulai Bangun Kedaulatan Transportasi dan Pariwisata

    TRIHITA Pecah Telur di Bali, Desa Adat Mulai Bangun Kedaulatan Transportasi dan Pariwisata

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • All
    • Food
    Besarnya Dampak MBG di Bali: Libatkan 14 Ribu Relawan dan Jadi Investasi Masa Depan Indonesia

    Besarnya Dampak MBG di Bali: Libatkan 14 Ribu Relawan dan Jadi Investasi Masa Depan Indonesia

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
  • Review
No Result
View All Result
  • Home
    • Home – Layout 1
    • Home – Layout 2
    • Home – Layout 3
    • Home – Layout 4
    • Home – Layout 5
    • Home – Layout 6
  • News

    Trending Tags

    • Trump Inauguration
    • United Stated
    • White House
    • Market Stories
    • Election Results
  • Tech
    TRIHITA Pecah Telur di Bali, Desa Adat Mulai Bangun Kedaulatan Transportasi dan Pariwisata

    TRIHITA Pecah Telur di Bali, Desa Adat Mulai Bangun Kedaulatan Transportasi dan Pariwisata

    Trending Tags

    • Nintendo Switch
    • CES 2017
    • Playstation 4 Pro
    • Mark Zuckerberg
  • Entertainment
  • Lifestyle
    • All
    • Food
    Besarnya Dampak MBG di Bali: Libatkan 14 Ribu Relawan dan Jadi Investasi Masa Depan Indonesia

    Besarnya Dampak MBG di Bali: Libatkan 14 Ribu Relawan dan Jadi Investasi Masa Depan Indonesia

    Trending Tags

    • Golden Globes
    • Game of Thrones
    • MotoGP 2017
    • eSports
    • Fashion Week
  • Review
No Result
View All Result
Mining News
No Result
View All Result
Home Pertambangan

Luapan Air Berwarna Merah Di Dekat Tambang di Kolaka Rusak Lahan Pertanian Dan Perikanan

Redaksi by Redaksi
September 4, 2023
in Pertambangan
0
Permukiman warga dekat tambang
Permukiman warga dekat tambang
6
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Kendari, MiningNews – Lumpur merah biasanya terlihat di dekat lokasi penambangan sebagai produk sampingan dari proses Bayer, yaitu reaksi kimia yang digunakan untuk mengekstrak senyawa aluminium dari bijih bauksit. Dalam penambangan nikel, proses yang dikenal sebagai pencucian asam bertekanan tinggi memisahkan nikel dari bijihnya pada suhu tinggi. Limbah dari penambangan nikel mengandung besi teroksidasi, yang menyebabkan limbah tersebut berwarna merah darah.

Sebuah studi yang dilakukan di Filipina dan diterbitkan pada bulan Februari di Journal of Environmental Chemical Engineering menemukan bahwa salah satu tantangan terbesar dalam penambangan nikel adalah “pendangkalan sungai, sungai dan muara, yang berdampak negatif terhadap komunitas petani dan nelayan yang tinggal dekat dengan wilayah tersebut. lokasi tambang.”

ForSDA, sebuah organisasi masyarakat sipil setempat, mencatat bahwa banjir menggenangi 650 hektar (1.600 hektar) sawah di tiga desa di Kecamatan Pomalaa, Kolaka. Desa Pesouha merupakan desa yang terkena dampak paling parah, dengan luas sekitar 500 hektar (1.240 hektar) lahan yang terendam.

Seorang warga di dekat lokasi salah satu tambang di Pomalaa, Ansal yang bekerja sebagai petani menuturkan, menanami sisa sawah sehari setelah banjir kemudian menggunakan pupuk tambahan pada sisa setengah hektar (1,2 hektar) lahan. Ansal berdoa untuk kemakmuran, dan setelah dua minggu tanaman mulai menghijau.

“Semuanya berwarna merah,” kata Ansal

Pada tahun-tahun sebelumnya, banjir yang sesekali terjadi lebih dapat diatasi, namun hujan lebat kali ini menyebabkan sungai meluap. Luapan yang terjadi kemudian membuat ladang Ansal menjadi lapisan lumpur setinggi lutut, menenggelamkan padi yang baru ditanam di bawah air berwarna tanah liat.

Biasanya petani menunggu sekitar tiga bulan setelah tanam untuk bisa memanen padinya. Namun banjir bandang dapat mengganggu ritme tersebut.

“Kalau ada gangguan seperti ini maka harus menunggu empat bulan sampai bisa dipanen,” kata Ansal.

Kesaksian yang bersifat anekdotal dari para petani padi di sini menunjukkan bahwa sedang terjadi penurunan produktivitas secara drastis. Ansal memperkirakan hasil panennya sendiri telah menurun seiring berjalannya waktu dari 80 karung sekali panen menjadi sekitar 40 karung.

Badan Pusat Statistik (BPS) Kolaka mencatat produksi beras di seluruh kabupaten tersebut turun dari 61.281 metrik ton pada tahun 2021, menjadi 55.953 metrik ton pada tahun 2022.

Bagi komunitas petani yang tinggal berdampingan dengan industri pertambangan nikel yang baru berkembang di Indonesia, pengalaman di Pomalaa mungkin memberikan gambaran sekilas tentang masa depan yang penuh tantangan.

Oleh karena itu, sejumlah pihak di Indonesia menyerukan dilakukannya peninjauan menyeluruh terhadap dampak pertambangan terhadap masyarakat pedesaan yang kurang mampu beradaptasi terhadap perubahan keadaan.

“Kami harus meninjau kembali izin [penambangan nikel] di sekitar sawah,” kata Andi Rahman, direktur Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi) di Sulawesi Tenggara, sebuah LSM lingkungan hidup terbesar di Indonesia.

Menjelang akhir bulan April, langit terbuka kembali. Beberapa kilometer di selatan Pomalaa, sungai dan jalan dipenuhi lumpur dalam hitungan menit. Sungai-sungai mengalir ke laut, mewarnai pantai dekat dengan warna kemerahan yang sama.

Nelayan setempat, Guntur terkadang terjebak dalam lumpur saat melakukan pekerjaannya. “Pernah sampai ke leher saya,” ujarnya kepada Mongabay Indonesia.

Nelayan di Hakatutobu biasa berpatroli di dekat pantai untuk menangkap ikan hari di perahu dayung untuk memberi makan keluarga mereka. Namun begitu tambang mulai beroperasi, Guntur mulai menggunakan motor tempel untuk melakukan perjalanan lebih dari 10 kilometer (6 mil) dari bibir pantai hanya untuk berburu teripang.

Pemerintah Kabupaten Kolaka membantah menerima keluhan masyarakat atas limbah pertambangan, baik di sawah milik petani maupun di lepas pantai Hakatutobu.

“Kalau ini lumrah dimana-mana, jangan sampai ada ranjau,” kata Abdul Arif, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kolaka.

Abdul menambahkan, masyarakat harus melaporkan keluhan apa pun ke kantornya.

“Nanti kita lihat apakah ini hanya kelalaian, apakah perusahaan terlalu malas mengeruk seluruh sedimen, atau sistem penambangannya amburadul,” kata Abdul mengutip dari Mongabay Indonesia.

Namun, beberapa aktivis masyarakat sipil mengatakan peringatan mereka mengenai dampak penambangan nikel terhadap lingkungan telah diabaikan. Walhi sebelumnya telah memantau dampak penambangan nikel terhadap sedimentasi di sekitar pantai Pomalaa.

“Pemerintah seolah-olah tidak mau tahu permasalahan yang dihadapi masyarakat,” kata Rahman dari Walhi.(rada08)

Previous Post

Dituding Lakukan Illegal Mining, Ini Klarifikasi PT. SLG

Next Post

Oknum Syahbandar Molawe Diduga Terlibat dalam Perkara Tipikor WIUP PT Antam Konut

Redaksi

Redaksi

Next Post
Oknum Syahbandar Molawe Diduga Terlibat dalam Perkara Tipikor WIUP PT Antam Konut

Oknum Syahbandar Molawe Diduga Terlibat dalam Perkara Tipikor WIUP PT Antam Konut

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Stay Connected test

  • 24k Followers
  • 99 Subscribers
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Tambang Emas Diduga Ilegal Bombana Longsor, Satu Pekerja Tewas

Tambang Emas Diduga Ilegal Bombana Longsor, Satu Pekerja Tewas

April 25, 2026
Tim Riset MORA IAHN GDE Pudja Mataram Berkolaborasi Dengan Poltekkes Kemenkes Denpasar Dan Yayasan Rare Semesta, Gelar Aksi Ekoteologi Di Natah Edukasi Rare Semesta

Tim Riset MORA IAHN GDE Pudja Mataram Berkolaborasi Dengan Poltekkes Kemenkes Denpasar Dan Yayasan Rare Semesta, Gelar Aksi Ekoteologi Di Natah Edukasi Rare Semesta

Juni 1, 2026
Polres Konut Diminta Serius Tindaki Dugaan Penambangan Ilegal di Blok Marombo

Polres Konut Diminta Serius Tindaki Dugaan Penambangan Ilegal di Blok Marombo

Desember 30, 2023
Aset Budaya Bali Paling Mahal, Prajuru Pura Desak Pemerintah Bebaskan Pajak Sewa Menyewa Pelaba

Aset Budaya Bali Paling Mahal, Prajuru Pura Desak Pemerintah Bebaskan Pajak Sewa Menyewa Pelaba

April 12, 2024
Bahlil Umumkan Daftar Perusahaan Tambang yang Izinnya Dicabut Hari Ini

Bahlil Umumkan Daftar Perusahaan Tambang yang Izinnya Dicabut Hari Ini

0
Kartu Merah, Perusahaan Yang IUP-nya Dicabut Tidak Bisa Dapat Izin Baru

Kartu Merah, Perusahaan Yang IUP-nya Dicabut Tidak Bisa Dapat Izin Baru

0
Diperiksa Sebagai Tersangka, Kadis ESDM Sultra Andi Aziz Dicecar Dengan 80 Pertanyaan

Diperiksa Sebagai Tersangka, Kadis ESDM Sultra Andi Aziz Dicecar Dengan 80 Pertanyaan

0
Polisi Kejar Bajak Laut Yang Beraksi di Perairan Morosi Sultra

Polisi Kejar Bajak Laut Yang Beraksi di Perairan Morosi Sultra

0
Menuju PON 2028, ICF Sultra Tunjukkan Taring di Kejurnas

Menuju PON 2028, ICF Sultra Tunjukkan Taring di Kejurnas

Juni 21, 2026
Wartawan Diduga Diintimidasi Saat Beritakan Dugaan Pencemaran PT GMS

Wartawan Diduga Diintimidasi Saat Beritakan Dugaan Pencemaran PT GMS

Juni 21, 2026
AKAR Sultra Minta ESDM Tegas Terhadap PT Tiran

AKAR Sultra Minta ESDM Tegas Terhadap PT Tiran

Juni 20, 2026
AMAN Sultra Minta Usut Dugaan Setoran Tambang Ilegal di Bombana

AMAN Sultra Minta Usut Dugaan Setoran Tambang Ilegal di Bombana

Juni 20, 2026

Recent News

Menuju PON 2028, ICF Sultra Tunjukkan Taring di Kejurnas

Menuju PON 2028, ICF Sultra Tunjukkan Taring di Kejurnas

Juni 21, 2026
Wartawan Diduga Diintimidasi Saat Beritakan Dugaan Pencemaran PT GMS

Wartawan Diduga Diintimidasi Saat Beritakan Dugaan Pencemaran PT GMS

Juni 21, 2026
AKAR Sultra Minta ESDM Tegas Terhadap PT Tiran

AKAR Sultra Minta ESDM Tegas Terhadap PT Tiran

Juni 20, 2026
AMAN Sultra Minta Usut Dugaan Setoran Tambang Ilegal di Bombana

AMAN Sultra Minta Usut Dugaan Setoran Tambang Ilegal di Bombana

Juni 20, 2026

www.miningnews.id

MiningNews.id merupakan Media online dan situs berita terpercaya di Indonesia. Fokus menyajikan berita berkualitas, cepat dan akurat. Menjangkau daerah, nasional dan internasional.

Follow Us

LIHAT KATEGORI

  • BERITA
  • EKONOMI
  • EKSPLORASI
  • Food
  • HUKUM
  • Lingkungan
  • NASIONAL
  • OPINI
  • PENDIDIKAN
  • PERISTIWA
  • Pertambangan
  • POLITIK
  • SENI DAN BUDAYA
  • Tech

REDAKSI

Susunan Redaksi
Tentang Kami

HUBUNGI KAMI

Pedoman Media Siber
Kode Etik Jurnalistik
Undang-undang Pers
Disklaimer
  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

© 2026 MiningNews.id.

No Result
View All Result

© 2026 MiningNews.id.