Miningnews.id – Himpunan Pemuda, Pelajar, dan Mahasiswa Kota (HIPPMAKOT) Kendari menyoroti antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU dalam beberapa hari terakhir. Kondisi itu dinilai mengganggu aktivitas masyarakat dan memicu kemacetan akibat sulitnya memperoleh BBM jenis Pertalite.
Ketua Umum HIPPMAKOT mengatakan pemerintah, Pertamina, dan aparat penegak hukum perlu segera memberikan penjelasan kepada masyarakat terkait penyebab antrean tersebut. Menurutnya, keterbukaan informasi penting untuk menghindari spekulasi di tengah publik.
HIPPMAKOT meminta instansi terkait menjelaskan apakah antrean dipicu keterlambatan distribusi, keterbatasan stok, meningkatnya konsumsi, atau faktor lain yang menghambat pasokan BBM.
Selain itu, organisasi tersebut mendesak aparat penegak hukum menyelidiki jika terdapat indikasi penyimpangan dalam tata niaga BBM. Dugaan penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi diminta diusut sesuai ketentuan hukum.
Menurut HIPPMAKOT, apabila ditemukan oknum yang memanfaatkan kelangkaan BBM untuk kepentingan pribadi atau kelompok, maka harus diberikan sanksi tegas.
HIPPMAKOT juga meminta Pemerintah Kota Kendari, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, BPH Migas, dan Pertamina memperketat pengawasan distribusi BBM di seluruh SPBU agar penyaluran berjalan tepat sasaran.
Organisasi itu menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut hingga masyarakat memperoleh kepastian mengenai penyebab antrean dan langkah konkret pemerintah.
Jika dalam waktu dekat belum ada penjelasan maupun solusi, HIPPMAKOT mempertimbangkan menempuh audiensi atau menyampaikan aspirasi sebagai bentuk kontrol sosial.*















