Miningnews.id – Puluhan mahasiswa pencinta alam dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia mulai menjajal medan Pegunungan Mekongga, Sulawesi Tenggara (Sultra). Pendakian tersebut menjadi bagian dari agenda Kenal Medan Gunung Hutan dalam rangkaian Temu Wicara dan Kenal Medan (TWKM) ke-35 Mahasiswa Pencinta Alam Se-Indonesia.
Kegiatan yang diselenggarakan Mahasiswa Pencinta Alam Universitas Halu Oleo (Mahacala UHO) itu berlangsung pada 22–28 Oktober 2026. Para peserta Kenal Medan Gunung Hutan diberangkatkan lebih awal, Rabu (21/10/2026), dengan mempertimbangkan durasi operasi dan tantangan medan yang akan dihadapi.
Pimpinan Operasi Kenal Medan Gunung Hutan, Jamal, mengatakan pemberangkatan peserta menjadi bagian penting dari rangkaian kegiatan TWKM ke-35, khususnya agenda praktik lapangan di kawasan pegunungan.
Ketua Umum Mahacala UHO, Ika Amalia, menjelaskan, pendakian dilakukan lebih awal karena operasi menuju Gunung Mekongga membutuhkan waktu dan persiapan yang matang.
Menurut dia, kegiatan ini bukan sekadar pendakian, melainkan juga ruang pembelajaran bagi mahasiswa pencinta alam untuk mengasah keterampilan teknis, membangun kerja sama, dan memperkuat solidaritas lintas perguruan tinggi.
“Melalui kegiatan Kenal Medan Gunung Hutan ini, kami berharap para peserta dapat memperoleh pengalaman lapangan, meningkatkan kemampuan teknis, serta memperkuat solidaritas dan kerja sama antarmahasiswa pencinta alam se-Indonesia,” ujarnya.
Gunung Mekongga merupakan puncak tertinggi di Sulawesi Tenggara dengan ketinggian sekitar 2.620 meter di atas permukaan laut (mdpl). Berada di kawasan Pegunungan Verbeek, wilayah Kabupaten Kolaka dan Kolaka Utara, gunung ini dikenal memiliki medan yang menantang, vegetasi rapat, serta jalur pendakian yang menuntut kesiapan fisik dan kemampuan teknis.
Durasi operasi menuju puncak dapat mencapai lima hingga sembilan hari, bergantung pada kondisi jalur, cuaca, serta kesiapan tim. Karena itu, navigasi darat, manajemen perjalanan, komunikasi, dan pengambilan keputusan menjadi aspek penting dalam kegiatan tersebut.
Selain menguji kemampuan bertahan di alam bebas, ekspedisi ini diharapkan menjadi sarana berbagi pengalaman antarmahasiswa pencinta alam dari berbagai daerah. Peserta juga berkesempatan mengenali karakteristik lingkungan Pegunungan Mekongga secara langsung.
Sebagai tuan rumah TWKM ke-35, Mahacala UHO turut membawa misi memperkenalkan potensi alam Sulawesi Tenggara kepada peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat kepedulian terhadap kelestarian lingkungan. Para peserta diharapkan tetap mengedepankan keselamatan, mematuhi prosedur operasi, dan menjaga kawasan pegunungan selama kegiatan berlangsung.*

















