Miningnews.id – Kecelakaan fatal di jalur hauling SCM menyisakan duka. Dua orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami luka berat dalam insiden yang disebut terjadi di wilayah Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (16/10/2026).
Informasi kecelakaan tersebut beredar di kalangan warga Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra). Dua kendaraan yang terlibat disebut merupakan armada milik kontraktor yang beroperasi di wilayah Routa. Namun, lokasi kejadian dilaporkan berada di wilayah Morowali, Sulteng.
Hingga kini, kronologi kecelakaan dan identitas para korban belum terungkap secara lengkap. Penyebab insiden yang merenggut dua nyawa tersebut juga belum diketahui.
Kapolsek Routa IPTU Fahri N. Latekeng mengaku belum memperoleh informasi pasti dari pihak perusahaan terkait kecelakaan tersebut.
“Kecelakaannya di wilayah Sulteng, kemungkinan. Saya juga belum dapat info yang pasti dari pihak perusahaan,” katanya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.
Keterangan serupa disampaikan Kepala Bidang Pembinaan, Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (Binwasnaker dan K3) Disnakertrans Sultra, Asnia Nidi. Dia menyebut lokasi kejadian berada di wilayah Sulawesi Tengah.
“Kejadiannya di Sulawesi Tengah. Salah satu dokter klinik yang berada di SCM yang kami tanya, jawabannya seperti itu,” ujarnya.
Sementara itu, informasi mengenai dua korban meninggal dunia dan satu korban luka berat tercantum dalam pemberitahuan duka yang beredar. Meski demikian, data korban dan detail kejadian masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Upaya konfirmasi kepada pihak perusahaan juga belum membuahkan hasil. Penanggung jawab yang disebut bernama Erbang belum memberikan tanggapan atas pesan WhatsApp yang dikirimkan sejak 17 Oktober 2026.
Belum adanya keterangan resmi dari pihak perusahaan membuat sejumlah hal terkait insiden ini masih menjadi tanda tanya, mulai dari kronologi kecelakaan, kondisi kendaraan, hingga penanganan terhadap para korban.
Kepastian mengenai penyebab kecelakaan dan hasil penanganan lebih lanjut masih menunggu keterangan dari pihak berwenang serta perusahaan terkait.*

















