MININGNEWS, MANGUPURA – PT Sentrik Persada Nusantara resmi membuka showroom VinFast e-Motorcycle pertama di Bali di Jalan Raya Canggu, Badung, Rabu (29/7/2026). Kehadiran dealer tersebut menjadi bagian dari ekspansi VinFast di Indonesia setelah secara bersamaan meresmikan 20 dealer pionir di berbagai daerah.
General Manager PT Sentrik Persada Nusantara Kadek Pande Yulia Sanjaya mengatakan, Bali dipilih karena memiliki peluang pasar yang besar untuk kendaraan listrik. Selain menjadi destinasi wisata internasional, penggunaan kendaraan listrik di Bali juga terus didorong pemerintah.
“Dealer ini merupakan bagian dari 20 dealer pertama VinFast di Indonesia. Sebelumnya VinFast sudah hadir melalui kendaraan roda empat, dan sekarang kami membawa motor listrik untuk masyarakat Bali,” ujarnya.
Pada tahap awal, VinFast menghadirkan tiga model motor listrik, yakni Evo, Feliz, dan Vento. Ketiga model tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia.
Menurut Pande, tantangan terbesar industri kendaraan listrik bukan lagi pada produk, melainkan kepercayaan masyarakat terhadap ekosistem pendukung. Karena itu, VinFast mengembangkan jaringan pendukung sebelum memperluas penjualan.
Di Bali, VinFast menargetkan pengembangan hingga 5.000 titik pengisian dan penukaran baterai. Selain itu, perusahaan juga menerapkan sistem baterai berlangganan sehingga kondisi baterai menjadi tanggung jawab penyedia layanan ekosistem, V-Green. “Kami ingin menjawab kekhawatiran masyarakat mengenai pengisian daya maupun kondisi baterai kendaraan listrik,” katanya.
Pemasaran akan diperluas ke berbagai kabupaten di Bali melalui sejumlah jalur. Selain membuka penjualan, showroom VinFast di Canggu juga dilengkapi layanan 3S, yakni sales, service, dan spare part. Kehadiran bengkel dan suku cadang diharapkan dapat memperkuat layanan purnajual bagi konsumen.
Dalam grand opening tersebut, perusahaan juga memberikan potongan harga Rp1,6 juta bagi konsumen yang melakukan pembelian motor listrik pada hari pembukaan.
“Kualitas produk sudah siap dan ekosistem juga terus dibangun. Harapan kami implementasi kebijakan dapat berjalan sehingga penggunaan kendaraan listrik semakin luas, termasuk di kalangan ASN sebagai pelopor,” katanya.
Deputy CEO Sales and Dealer Network VinFast e-Motorcycle Handy Kanaga mengatakan, dealer VinFast di Bali dikelola PT Sentrik Persada Nusantara yang menjadi bagian dari jaringan 20 dealer pionir VinFast di Indonesia. Perusahaan optimistis kemitraan tersebut mampu memperluas jangkauan pasar kendaraan listrik nasional karena PT Sentrik telah memiliki pengalaman di bisnis kendaraan roda dua.
“Kami berharap PT Sentrik bisa berkembang bersama VinFast dan menjadi pintu masuk untuk memperkuat penetrasi pasar di Bali,” katanya.
Handy menegaskan perusahaan akan terus mengembangkan produk baru sesuai kebutuhan konsumen Indonesia. Menurutnya, penguatan ekosistem dan inovasi produk akan berjalan beriringan untuk memperluas adopsi kendaraan listrik di dalam negeri.
Sementara itu, Direktur Operasional PT Sentrik Persada Nusantara dan PT Sentrik Mobilindo Perkasa Ni Nyoman Ayu Cintya Diantari mengatakan, perusahaan menargetkan penjualan awal sebanyak 100 hingga 300 unit motor listrik hingga akhir 2026. Namun pada tahap awal, fokus utama perusahaan adalah memperkenalkan produk sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap kendaraan listrik.
Menurutnya, edukasi kepada masyarakat akan dilakukan melalui berbagai kegiatan bersama instansi terkait. Perusahaan juga menyiapkan pelatihan mengenai perawatan kendaraan listrik sebagai bagian dari layanan purnajual. “Bukan hanya menjual kendaraan, kami juga ingin masyarakat memahami cara perawatan kendaraan listrik sehingga lebih yakin untuk beralih,” ujarnya.
Ia menambahkan, Bali dipilih karena memiliki karakter pasar yang dinilai sesuai untuk pengembangan kendaraan listrik. Selain melayani kebutuhan masyarakat lokal, kawasan Canggu juga dinilai memiliki potensi pasar dari wisatawan domestik maupun mancanegara.
Dari sisi produk, VinFast saat ini memasarkan tiga model motor listrik yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar Indonesia. Satu baterai mampu menempuh jarak sekitar 80 kilometer, sedangkan penggunaan dua baterai dapat mencapai sekitar 145 kilometer. 022/006















