Miningnews.id – Konsorsium Aktivis Revolusioner Sulawesi Tenggara (KARST) meluncurkan aksi satire bertajuk Open Donasi Rp140 Ribu, Senin (27/7). Gerakan itu ditujukan sebagai kritik terhadap kinerja Dinas Pariwisata (Dispar) Sulawesi Tenggara menyikapi polemik akses Air Terjun Routa, Kabupaten Konawe.
Koalisi yang terdiri atas 14 organisasi tersebut menilai pemerintah daerah belum menunjukkan langkah nyata setelah muncul persoalan pembatasan akses menuju objek wisata yang berada di kawasan Izin Usaha Pertambangan (IUP) PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM).
Penanggung jawab kegiatan, Ikram, mengatakan donasi senilai Rp140 ribu merupakan simbol protes atas sikap Dispar Sultra yang dinilai belum maksimal memperjuangkan akses publik terhadap destinasi wisata tersebut.
Menurut dia, dana hasil patungan masyarakat akan diserahkan kepada Dispar Sultra sebagai bentuk kritik sekaligus dorongan agar instansi itu turun langsung ke lapangan.
Selain menyoroti akses wisata, KARST juga mempertanyakan realisasi komitmen pembangunan smelter PT SCM yang disebut tercantum dalam dokumen Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) 2020.
KARST mendesak Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara berkoordinasi dengan Kementerian ESDM untuk mengevaluasi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) PT SCM sesuai ketentuan yang berlaku.
Ikram juga meminta pemerintah memastikan masyarakat kembali memperoleh akses menuju Air Terjun Routa. Menurutnya, kawasan wisata tersebut merupakan aset publik yang harus tetap dapat dinikmati masyarakat.
Hingga pernyataan itu disampaikan, belum ada tanggapan resmi dari Dispar Sultra maupun PT Sulawesi Cahaya Mineral terkait tuntutan KARST.*
















